JADWAL PADAT, TAK MENGHALANGI UNTUK TETAP IKUT LKTI

 

JADWAL PADAT, TAK MENGHALANGI UNTUK TETAP IKUT LKTI

 


MALANG- Innesa Putri Ayu Permata , mahasiswa Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan Prodi Teknologi Hasil Perikanan, Universitas Brawijaya (UB) baru-baru ini mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) di Universitas Hasanudin (UNHAS) Makasar. .

“Nama perlombaannya Innovation Energy Indonesia Challenges (IEIC) yang diadakan oleh Mahasiswa Teknik Mesin (HMTM),” ungkap Innesa, Selasa (07/07).

Sebanyak 15 tim turut hadir dalam perlombaan tersebut. Peserta dari berbagai universitas, diantaranya Universitas Negeri Semarang (UNS), Institut Teknologi Surabaya (ITS), Universitas Gajah Mada (UGM), dan Universitas Diponegoro (UNDIP).

Gadis kelahiran Madiun 17 November 1995 ini menuturkan, tema yang diangkat tentang energi terbarukan.

“Tentang microbial fuelcell, yakni yang dihasilkan dari kotoran sapi cair, selanjutnya dimasukkan ke dalam bak penampungan dan diberi jembatan garam untuk penukar ion. Dimana beda potensial yang dihasilkan antara kotoran sapi dan larutan elektrolit inilah yang menghasilkan listrik,” ujarnya.

Mahasiswa yang pernah menyabet juara umum UTU Award ini mengisahkan, untuk bisa pergi ke UNHAS, ia hanya mengajukan beasiswa Etos Malang, karena waktu yang sangat mepet.

“Saya masih bingung membagi waktu antara kuliah dan praktikum. Karena saat itu lagi sibuk-sibuknya praktikum, serta ada teman dari satu tim juga tidak bisa ikut, jadi saya bingung cara penggantinya” pungkasnya.

Ia mencoba menyiasati dengan cara mengasih file ke teman setim yang notabenya adek tingkat untuk brlajar sendiri, dan kalau mereka bingung bisa bertanya lewat Whatsapp, namun hari kedua sebelum presentasi, ia bersama timnya belajar penuh.

Ia juga menambahkan, pengalaman dalam ikut LKTI ini sangat berkesan, karena perjuangannya yakni waktu yang mepet, mengerjakan LKTI sendiri, dan bebarengan dengan saat sibuk-sibuknya praktikum, laporan, dan dikejar deadline mendampingi mahasiswa Diploma (D3) tuli mengerjakan tugas akhir.

“Semoga ilmu yang saya punya dapat diaplikasikan kepada masyarakat, tetap semangat. Terus berjuang. Kalau mahasiswa yang lain juga kuliah, sibuk paraktikum, mengerjakan laporan, lantas apa yang membuatmu berbeda dari yang lain?,” pungkas mahasiswa yang pernah menjadi juara 1 lomba Inovasi Pangan Agrokompleks UTU Award ini.(mg4)

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KURET

BISA KARENA TERBIASA

Saling Bekerja Sama