Kuliah Sambil Bisnis Online Reptil
Kuliah Sambil Bisnis Online Reptil
MALANG-
Muhammad Rosyid Ridho (20) adalah salah satu mahasiswa prodi Pendidikan Agama
Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Malang) yang berhasil
menjalankan bisnis online-nya. Ia sudah memulai berbisnis tersebut sejak tahun
2013 saat ia masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Dengan tekad
bulat dan modal awal yang tak seberapa untuk menjual reptile, kini ia mampu
memenuhi kebutuhannya. Rabu (7/6)
“Saya mengawali bisnis reptile di antaranya
Iguana, ular, dan biawak dengan cara mendekati para senior dan bermodalkan dari
tabungan saya sendiri,” ungkapnya.
Pemanfaatan teknologi dengan berjualan
lewat media online ini diakui Rosyid memang sangat menguntungkan. Dibandingkan
dengan membuka gerai, usaha seperti ini dianggap jauh lebih hemat. Sebuah
gadget dan koneksi internet sudah cukup untuk menjalankan barang yang ia jual.
Target omset tidak diperhitungkan karena
ia berjualan dengan santai, tidak melulu setiap hari harus berjualan.
“Kalau pengen jualan ya jualan, kalau lagi tidak mood ya berhenti,” ujarnya
sambil ketawa
Ia mengungkapkan bahwa pendapatan sehari
bisa tergantung dari barang yang dijual. Bisa 100-200ribu perhari. Pembeli sudah
tersebar di seluruh Indonesia yakni Sumatra, Borneo, Sulawesi, Bali, Lombok,
dan Papua, tetapi ia lebih mementingkan pembeli dari temennya sendiri yang
lebih membutuhkan dagangannya.
Dengan usaha mandirinya, ia dapat memenuhi
kebutuhanya tersendiri.
“Untungnya orang tua saya tanggung
jawabnya sangat besar. Kalau dibuat membayar kuliah, dan lain-lain bisa sih
sendiri. Cuma kata orang tua disuruh menyimpan buat kebutuhan pribadi,”
tuturnya
Semangatnya dalam bisnis yang dijalankan
berasal dari dukungan orang tua dan teman-temannya.
“Orang tua dan semua teman mendukung, itu
yang membuat saya semangat,” pungkasnya
Meski ia berbisnis, ia tidak lupa
menjalankan tugasnya sebagai mahasiswa yaitu belajar. Ia juga tak pernah ada
masalah perihal kegiatan akademiknya. Ia bisa membagi waktu antara kegiatan
kuliah dan kegiatan berbisnis.
Ia menambahkan bahwa menjalankan bisnis sambil
kuliah memang gampang-gampang susah. Disamping mengerjakan tugas-tugas
akademik, bisnis tetap harus jalan. Saat bisnis sedang sepi, ia dituntut untuk
tidak mudah menyerah karena yang namanya bisnis barang hidup merupakan rugi dan
matinya dagangan. Rintangan menuju kesuksesan memang tak sedikit. Namun
segalanya harus dihadapi sampai nantinya berbuah manis.
Terakhir, ia juga berharap agar bisa
mejadikan hobinya sebagai sesuatu yang menghasilkan karena menurutnya pekerjaan
yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar dan ia bisa hidup dari bisnisnya ini
yang nantinya bisa menghandle pekerjaan yang lebih serta meringankan beban
orang tuanya. (mg4)
Komentar
Posting Komentar