PESINDEN MUDA
PESINDEN MUDA YANG
BERSUARA EMAS
MALANG- Umaya Susanti
(21), merupakan mahasiswa yang bersuara emas dengan talenta nyindennnya.
Mahasiswa cantik yang biasa dipanggil Santi ini sekarang masih menjalani masa
studinya di Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah,
Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang.
Ia bisa menembang
saat masih duduk di Sekolah Menengah Pertama dan mengenal dunia seni sejak
berstatus mahasiswa semester 1.
“Sejak SMP sudah bisa
nembang Macapat, dan mengenal dunia seni waktu ada kegiatan Inagurasi di
Fakultas Sastra, bertemu dengan Bayu yang notabenya seorang dalang dan saya
diajak ke sanggar wayangnya. Disitulah mulai belajar,” ungkapnya, Jum’at (16/6).
Menjadi pesinden
menurutnya bukan hobi, awalnya ia hanya sebatas suka.
“Rasa keasikan menjadi
pesinden muncul saat suara ini bisa bersinergi dengan gamelan. Disitu saya
mulai asik dengan dunia pesinden dan menjadikannya sebuah hobi,” ujarnya.
Ia juga menimba
ilmu persindenan yakni di Sanggar Tirta Laras, Sanggar Seni Singgamulangjaya,
dan Gatra UM.
“Di Sanggar Tirta
Laras, saya belajar tembang klasik yang latihannya rutin setiap Rabu malam, di
Sanggar Seni Singgamulangjaya, dan di Gatra UM yang dibina oleh Teguh
Triwahyudi, S.S yang jadwal latihannya fleksibel, namun rutinnya Minggu pagi”
pungkasnya.
Hingga saat ini,
ia sudah ada tawaran job di berbagai kota, diantaranya Malang, Tulungagung
Semarang, dan setiap tanggal 15 ia bersama kru karawitan mengisi jamuan tamu
luar negeri di Hotel Tugu Malang.
Disinggung soal
honor, biasanya tergantung lama tidaknya durasi ia tampil. Diakuinya, tantangan
terbesar menjadi pesinden yakni image pesinden yang dinilai kurang baik. Namun
ia mempertahankan jadi pesinden karena sudah menjadi hiburan tersendiri
baginya.
Menurutnya,
kesenian bukanlah hal yang gampang dipelajari. Seni merupakan dunia yang
benar-benar nyata, suka dan duka dalam pertunjukan sungguh perjalanan yang luar
biasa apalagi bisa membuat penonton terhibur. Baginya, penonton adalah raja
yang harus dilayani dengan sepenuh hati dan tanpa pamrih.(mg4)
Komentar
Posting Komentar