Ridwan Pratama, Atlet Renang Nasional

 

Ridwan Pratama, Atlet Renang Nasional

 


MALANG- Ridwan Pratama (21) merupakan salah satu mahasiswa dengan segudang pengalaman dan prestasi. Mahasiswa yang terlihat pendiam ini biasa dipanggil Iwan sekarang masih menjalani masa studinya di Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Di masa perkuliahannya, Iwan berhasil menyandang  predikat sebagai Atlet Renang Nasional.

Aktif di club renang bukan berarti kemudian meninggalkan kepentingan akademik. Iwan berhasil membuktikan bahwa ia mampu menyeimbangkan antara kegiatan akademik dan non akademik.

“Untuk menejemen waktu saya sesuaikan, kalau memang akademiknya lebih penting pada saat itu ya akademiknya dulu, tetapi kalau tidak, latihan tetap harus jalan. Soalnya setiap bulan harus ada trail time untuk pemusatan daerah sendiri dan nasional,” ujarnya, Selasa (13/06/2017)

Berbagai Prestasi juga telah diraih oleh Iwan. 2015, ia juara 1 dan 3 POMDA, 2016,  juara 1 dan 3 Swimming di UGM antar Mahasiswa Universitas di Seluruh Indonesia, juara 3 Internasional open water di Bali, 2017 juara 3 SNAG pada Kejuaran Internasional se-Asia di Singapore, dan juara 3 Swimming pada kejuaraan Nasional di Palembang pada bulan April kemarin.

Ia mengungkapkan, bahwa untuk seleksi menjadi atlet sangatlah susah karena khususnya di renang itu tidak bisa dilakukan setengah-setengah.

“Tenaga, pikiran, terutama dukungan dari orang tua dan semangat dari diri sendiri untuk fokus menjadi atlet. Jadi tidak bisa dibagi kalau harus untuk akademiknya bagus, non akademiknya juga harus bagus. Jadi harus fokus satu,” ungkapnya.

 Finansial untuk menjadi atlet renang terbilang fantastis.

“Finansial tidak bisa dihitung, karena hitungannya renang sendiri bukan cabang olahraga yang instan. Memang dari kecil harus ada kemauan, dan itu pun dari kecil kalau memang mau menjadi atlet harus masuk ke club” pungkasnya.

Ia menegaskan bahwa untuk masuk ke club diantaranya ada biaya administrasi club perbulan, administrasi untuk biaya kolam, selain itu juga ada pembelian untuk alat-alat latihan,

“Peralatan renang rata-rata tidak ada yang murah, untuk pakaiannya sendiri untuk atlet juga tidak bisa yang sekadar harga 50 ribu atau 100 ribuan,” tambahnya.

Setiap hari ia latihan renang bersama club. Untuk Jadwal latihan saat di Malang yaitu setiap hari dari 15.00-17.00 WIB dan jika lagi pemusatan latihan di Bali, seminggu ada sebelas kali sesi latihan yakni mulai pagi-sore.

Ia  bercerita awal mula kecintaannya terhadap renang.

“Waktu kecil, umur di bawah lima tahun, saya nakal dalam artian saya tidak bisa diam. Oleh orang tua akhirnya dibuang ke kolam, diikutkan les, supaya kalau sore setelah les saya tertidur karena kecapekan sehingga saya tidak kemana-mana,” ungkapnya.

Ia menambahkan, setelah dua-tiga tahun les, oleh guru lesnya dimasukkan ke club untuk menunjang prestasi yang lebih baik. Tahun 2004 masuk club, setelah 3 bulan masuk club, ia berangkat ke Surabaya untuk mengikuti lomba renang dan di sana ia mendapat juara sehingga pada saat itu renang menjadi hobi yang pada akhirnya menghasilkan prestasi.

“Saya mendapatkan motivasi semangat untuk terus berprestasi dari orang sekitar terutama dari orang tua, dan pihak club dari Bali,” pungkasnya.

Untuk terdekat ini, ia akan mengikuti event lomba Porprof di Bali pada 18 September.
“Dalam waktu dekat ini saya akan mengikuti lomba lagi, jadi saya harus latihan semaksimal mungkin agar bisa menjadi juara lagi” tambahnya

Terakhir, ia juga berpesan kepada mahasiswa-mahasiswa yang lain supaya mengisi waktu luang yang lebih positif , bermanfaat dan menggali potensi diri untuk terus berprestasi.(mg4)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KURET

BISA KARENA TERBIASA

Saling Bekerja Sama