SENI YANG MELEKAT PADA DIRI YAYAK

 

SENI YANG MELEKAT PADA DIRI YAYAK

 


MALANG- Dwi Cahya Mardhinata, mahasiswa prodi S1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang (UM) aktif dalam kesenian. Baru-baru ini, Yayak menjadi salah satu Juara Favorit Gebyar Festival Tari Universitas Brawijaya (UB) Tingkat Nasional.

“Saya suka kesenian saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Dari kecil saya sering mendengarkan lagu Jawa, dan saya mulai ketagihan” ujar Yayak menceritakan pengalamannya, Senin (03/07).

Ia juga mengungkapkan, bahwa di bangku SD ia pernah mengikuti lomba Macapat, sedangkan SMP dan SMA, ia mengikuti kegiatan ekstrakulikuler karawitan hingga saat ini ia juga tergabung dalam komunitas-komunitas kesenian.

Pria kelahiran Tulungagung, 13 Maret 1996 ini mengisahkan, selain di UB, ia juga pernah menjadi 5 Penyaji Terbaik Pekan Seni Pelajar Tari Jawa Timur 2013, nominasi 5 Penyaji Terbaik Apresiasi Seni Tradisi Jawa Timur 2014, Juara Harapan 1 Peksimida Jawa Timur Tangkai Tari dan Juara Umum Festival Jaranan Trenggalek Tingkat Nasional 2016.

Mahasiswa yang pernah menjadi Wakil Jawa Timur Duta Seni Pelajar Nasional ini menuturkan, bahwa selama ia masuk Sekolah Menengah Atas dan Universitas, ia menggunakan jalur prestasi seni yang diperolehnya.

Menurutnya, seni bukanlah pekerjaan dan bukanlah kebutuhan. Seni juga bukanlah paksaan maupun tanggung jawab, tetapi seni adalah pendamping hidup, berjalan beriringan sesuai dengan dinamika kehidupan, dan mengalir sesuai keinginan.

Mahasiswa yang pernah dinobatkan menjadi 5 Penyaji  Terbaik Musik Tradisi Jawa Timur ini mengaku, bahwa sosok semua seniman yang memiliki jabatan, baginya menginspirasi dirinya.

“Salah satu seniman yang menginspirasi yakni Bupati Tegal, mantan Wagub Jawa Timur,” ungkapnya.

Mahasiswa yang pernah terpilih dalam nominasi 5 Penyaji Terbaik Apresiasi Seni Tradisi Tingkat Jawa Timur ini juga tergabung dalam Paguyuban diantaranya, Paguyuban Peminat Seni, Padhepokan 54, Jasa Tirta, Paguyuban Seni di Tulungagung, dan Gatra UM.

Keikutsertaannya dalam paguyuban seni diakuinya, jika hidup tidak ada seni, ia merasa ada yang kurang dan selain itu bisa menambah pengalaman dan ilmu di masa depan.

Prinsip yang ditekankan Yayak untuk dirinya sendiri adalah menjadikan seni sebagai bagian  hidup, bukan tanggungjawab maupun sebuah pekerjaan.(mg4)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KURET

BISA KARENA TERBIASA

Saling Bekerja Sama