STATUS KULIAH, SUDAH MENJADI PENGAJAR EKSTRAKULIKULER DI SEKOLAH
STATUS KULIAH, SUDAH
MENJADI PENGAJAR EKSTRAKULIKULER DI SEKOLAH
MALANG- Mochammad Rizky
Kurniawan, mahasiswa prodi Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi,
Universitas Negeri Malang, selain kuliah ia juga berprofesi menjadi pengajar
ekstrakulikuler di Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Frateran Malang.
“Saya sudah
terlibat di SMAK Frateran sejak SMA kelas tiga dengan status masih menjadi
asisten guru, dan di semester satu, saya sudah dipasrahkan menjadi guru ekstrakulikuler
karawitan,” ujar laki-laki kelahiran Pekanbaru 10 Maret 1998 menceritakan
pengalamannya.
Ia mengajar di
SMAK Frateran sekali dalam seminggu, namun tatkala ada event sekolah, biasanya ada
tambahan jam 2-3 kali latihan.
Diakuinya,
hambatan-hambatan dalam mengajar diantaranya terkadang murid-muridnya susah
diatur dan ramai sendiri. Ia memaklumi, karena muridnya sebaya dengannya. Namun
disisi lain terkadang ada waktu dimana muridnya nurut dan gampang diatur.
“Kalau lagi mood
latihan, mereka gampang diatur, tapi susahnya kalau mereka lagi tidak mood
karena banyak PR, selesai ulangan, dan malas,” pungkasnya, Selasa (04/07).
Mengajar murid
yang kategori umurnya sebaya dengannya, menurutnya gampang-gampang susah. Namun
tak menghalangi niatnya untuk mengajar karena
jiwa pengajar karawitan sudah melekat di SMAK Frateran.
Disinggung soal
honor mengajar, ia tak memperhitungkan. Baginya, ia disana bukan mencari uang,
tetapi ia mencari pengalaman untuk berkomunikasi dengan orang-orang sekitar.
Dengan aktivitas di luar kampus, Rizky tak
lantas keteteran dengan tugas kuliahnya.
“Kalau jadwal
bertabrakan dengan kuliah, saya mengganti jadwal mengajar di hari lain. Saya
tetap profesional menjalankan tugas sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Ia menambahkan,
selama di perkuliahan, ia mencari pengalaman sebanyak mungkin, melakukan apa
yang ia suka, dan memaksimalkan perkuliahan.(mg4)
Komentar
Posting Komentar