WINARSIH, SUPER SIBUK TAPI TETAP BERPRESTASI

 

WINARSIH, SUPER SIBUK TAPI TETAP BERPRESTASI

 


MALANG- Gadis asal pangkalan Bun-Kalimantan Tengah ini memiliki banyak kesibukan. Ia aktif di organisasi HMJ Manajemen FE UM, KPU UM, Muslim Studi FE UM, Komunitas Ekonomi Kerakyatan Malang (EKORA Malang), dan Gerakan Perpustakaan Nusantara Regional Malang (GPAN Malang).

Gadis yang akrab disapa Winarsih merupakan mahasiswa Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Banyaknya kegiatan, tak menghalanginya untuk terus berprestasi.

Prestasi yang pernah diraih diantaranya, 2014, ia juara Harapan Pekan Penalaran Mahasiswa Baru (PPMB) Bidang Debat oleh LP3ME FE UM, 2016, ia juara 2 lomba T.J Photography Competition Bertemakan Mangrove for Future oleh mahasiswa Akuntansi Universitas Ciputra,  juara 3 Brawijaya Young Enterpreneur Olympiad (BEYOND) oleh BEM Universitas Brawijaya,

Ia mengungkapkan bahwa di 2017, ia juga menjuarai Best Performer at Higher Education Level in the Creativity Challenge Event oleh ASM Perguruan Tinggi Bina Insani-Bekasi, juara 1 lomba Video Profil Kayutangan oleh HMJ Arsitektur UB, Finalis Social Enterpreneur Project oleh Self Icon Universitas Udayana-Bali, dan Participant of Young Socio Enterpeneur oleh Singapore International Foundation (SIF).

Ia mengikuti jenis perlombaan lebih mengarah ke business plan dan foto ataupun video. Menurutnya, di business plan ia harus menghasilkan produk yang bisa berupa barang atau jasa yang inovatif dan menarik permintaan pelanggan.

“Dalam business plan juga harus mempertimbangkan beberapa hal seperti rencana keuangan, analisis produksi hingga pemasaran, serta pertimbangan terkait dengan apakah produk yang ditawarkan di pasaran dapat diterima oleh pelanggan atau tidak,” ujarnya, Senin (12/06/2017)

Ia menegaskan, bahwa pelanggan juga harus tahu ciri khas produk yang akan ia hasilkan.

Keikutsertaannya dalam mengikuti event perlombaan foto atau video, menurutnya hanya sebatas menyalurkan hobi saja, dan untuk inspirasi judul perlombaan, biasanya ia membaca judul-judul dari orang lain berupa singkatan-singkatan yang dibuat aneh dan nyeleneh.

Faktor-faktor yang menyebabkan ia untuk selalu ikut dalam perlombaan, diantaranya, terinspirasi dari kakak tingkat, ingin keliling Indonesia dan dunia, banyak hal baru yang didapatkan, dan juga karena ajakan teman (partner berprestasi).

Ia mempunyai hobi mengikuti kegiatan sosial. Untuk cita-citanya, ia ingin menjadi guru yang mempunyai taman baca sendiri, karena dua tahun terakhir ini ia ikut dalam komunitas yang membuatnya terinspirasi dalam mengembangkan minat literasi masyarakat.

Berdasarkan motto hidupnya, belajar merupakan sebuah ibadah, maka prestasi merupakan dakwah.

Manajemen waktu antara kegiatan kuliah dan organisasi.

“Kalau berbicara manajemen waktu, jujur saja ada hal yang saya korbankan, terkadang menjadi mahasiswa sistem kebut semalam dalam belajar, karena bagi saya sangat susah membagi waktu antara kegiatan akademik, organisasi, dengan cari prestasi,” ujarnya.

Terkadang ia merasa keteteran kala tugas kuliah menghampirinya.

“Kadang kuliah saya terganggu. Meskipun begitu, alhamdulilah IP saya masih bisa cumlaude,” ungkapnya.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam meraih prestasi adalah  diri sendiri.

“Terkadang saya merasa malas untuk mengerjakan business plan, selain itu juga sulit menemukan inovasi terkait dengan produk yang akan dipasarkan,” pungkasnya.

Prinsip yang ditekankan Winarsih untuk dirinya sendiri adalah live must go on, harus tetap belajar meskipun tahu bahwa belajar itu sangat membosankan, karena ia tidak akan tahu seberapa banyak pahala yang akan didapatkan kelak. Selamat belajar dan semangat belajar anak muda Indonesia.(mg4)

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KURET

BISA KARENA TERBIASA

Saling Bekerja Sama