WINARSIH, TAK MENYANGKA BISA DIUNDANG DALAM AJANG BERGENGSI DI SINGAPORE

 

WINARSIH, TAK MENYANGKA BISA DIUNDANG DALAM AJANG BERGENGSI DI SINGAPORE

 



MALANG- Winarsih merupakan mahasiswa angkatan 2014 prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang.  Ia tidak menyangka bakal terpilih bersama kedua rekan temannya dalam ajang yang bergengsi di Singapore. Gadis kelahiran pangkalan Bun-Kalimantan Tengah ini, dikenal sebagai mahasiswa berprestasi.

Ia berhasil menjadi salah satu peserta yang terpilih mengikuti event Young Socio Entrepeneur Programme 2017 yang diadakan Singapore International Foundation (SIF), Singapore. Awalnya ia  mencari info-info di internet tentang berbagai event dan akhirnya ia bersama kedua rekannya berinisiatif mencoba mendaftar.

Beberapa bulan kemudian, ia mendapat balasan dari pihak SIF

“Sekitar Desember 2016, saya mengirimkan proposal kesana, setelah itu pihak sana melakukan penilaian tertutup oleh SIF. Februari 2017, tepatnya pada 9 Februari, saya menerima email dari pihak sana kalau proposal lolos dan selang beberapa bulan kemudian diundanglah saya beserta tim untuk kesana,” ungkapnya, Sabtu (10/06/2017)

Sebanyak 50 tim dari seluruh negara diundang khusus termasuk Winarsih beserta kedua rekannya untuk memaparkan proposalnya. 

Ia menyampaikan proposalnya dengan judul yang berbasis sosial project yakni Memanfaatkan Natural Resources yang Ada di Dusun Pendem Selatan, Desa Kebonagung, Pakisaji, Malang. Dia memilih dusun tersebut karena di sana banyak tanaman singkong dan daunnya yang hanya dijadikan sebagai bahan sayuran.

“Inovasi saya bersama tim yakni memanfaatkan sumber daya yang melimpah tersebut untuk dijadikan manisan yang berbahan dasar daun singkong. Oleh karena itu, kami namakan KONG-SWEETS,” pungkasnya

Ia juga mengungkapkan bahwa garis besar produk yang diikutsertakan dalam YSE yakni pemanfaatan daun singkong dengan tujuan untuk mengatasi masalah sosial yang ada disana. Kong-Sweets diharapkan dapat membantu perekonomian warga dusun Pendem Selatan.

“Pelaksanaannya, tim kami memberdayakan masyarakat situ, dan semoga dapat membantu perekonomian warga dusun tersebut. Tujuan lain juga yakni meningkatkan nilai jual dari daun singkong dan Inovasi yang saya dan tim lakukan merupakan hal baru dalam bidang kuliner,” pungkasnya

Saat ditanya bagaimana perasaannya ia bisa ikut dalam ajang bergengsi tersebut, ia menjawab sangat senang karena ia sendiri tidak menyangka bisa lolos dalam ajang bergengsi di Singapore.

Menurutnya, banyak pengalaman yang ia dapatkan saat mengikuti event bergengsi ini.

“Selama mengikuti Young Socio Entrepeneur Programme 2017, saya ketagihan untuk ikut event ke luar negeri, karena banyak sekali keuntungan yang saya dapatkan, serta menambah banyak teman dari berbagai negara dan universitas yang berbeda,”

Dalam waktu dekat ini, ia bersama timnya juga mempunyai rencana untuk ikut Business case competition di Universitas Diponegoro (UNDIP). Untuk persiapan di antaranya ia mencari banyak info tentang business case karena business case berbeda dengan business yang lain.

“Persiapan untuk business case antara lain, perlu belajar proyeksi keuangan, strategi pemasaran, SDM, dan produksi” tandasnya.

Ia juga berencana di semester 8 nanti akan mengikuti konferensi yakni Indonesian Student International yang dilaksanakan di Australia.

Terakhir, ia juga berpesan kepada mahasiswa lain.

“Rancanglah life board-mu, agar kau menemukan hal luar biasa dalam hidupmu”

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KURET

BISA KARENA TERBIASA

Saling Bekerja Sama